bg-mask-group
Article

Posted Date

Feb 11, 2025

Article

Purposive Sampling: Panduan Lengkap Pengertian, Metode, dan Contoh

Dalam penelitian, memilih sampel yang tepat sangat penting untuk mendapatkan data yang relevan dan akurat. Salah satu teknik pengambilan sampel yang sering digunakan adalah purposive pada sampling. Teknik ini memungkinkan peneliti memilih sampel berdasarkan tujuan penelitian dan kriteria tertentu. Artikel ini akan membahas pengertian, metode, rumus, serta contohnya, termasuk kelebihan dan perbedaannya dengan teknik sampling lainnya.

Apa yang Dimaksud dengan Purposive Sampling?

Adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan memilih responden atau objek yang memenuhi kriteria tertentu sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik ini digunakan ketika peneliti ingin memastikan bahwa hanya individu atau kelompok tertentu yang relevan dengan penelitian yang menjadi bagian dari sampel.

  • Menurut Sugiyono (2018): Teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, biasanya berdasarkan karakteristik khusus yang dimiliki oleh populasi yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.
  • Menurut Arikunto (2010): Teknik ini digunakan untuk memilih subjek penelitian yang dianggap dapat memberikan data paling relevan.

Metode Purposive dalam Sampling

Metode ini biasa dilakukan melalui langkah-langkah berikut:

  1. Tentukan Kriteria Sampel:
    Identifikasi kriteria spesifik yang harus dimiliki oleh responden atau objek.
    • Contoh: Dalam penelitian tentang kebiasaan belajar siswa, kriteria bisa mencakup usia, tingkat pendidikan, atau prestasi akademik.
  2. Pilih Subjek yang Relevan:
    Hanya individu atau kelompok yang memenuhi kriteria yang dipilih.
  3. Validasi Kesesuaian:
    Pastikan subjek yang dipilih benar-benar memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
  4. Pengumpulan Data:
    Lakukan pengumpulan data dari subjek yang telah dipilih untuk memastikan data relevan dengan tujuan penelitian.

Rumus Purposive pada Sampling

Purposive pada sampling tidak memiliki rumus matematis baku seperti random sampling. Namun, peneliti dapat menggunakan rumus berikut untuk menghitung jumlah sampel minimum berdasarkan kriteria tertentu:

Rumus ini membantu menentukan jumlah sampel yang relevan dari populasi berdasarkan kriteria tertentu.

Contoh Purposive Sampling

  1. Penelitian Pendidikan:
    • Kriteria: Guru yang telah mengajar selama lebih dari 5 tahun di daerah pedesaan.
    • Tujuan: Menganalisis dampak pengalaman kerja terhadap kualitas pengajaran.
  2. Penelitian Kesehatan:
    • Kriteria: Pasien dengan riwayat penyakit jantung yang menjalani pengobatan lebih dari 1 tahun.
    • Tujuan: Mengevaluasi efektivitas pengobatan tertentu.
  3. Penelitian Pemasaran:
    • Kriteria: Konsumen yang telah membeli produk lebih dari tiga kali dalam satu tahun terakhir.
    • Tujuan: Menganalisis loyalitas pelanggan terhadap merek tertentu.

Kenapa Pakai Teknik Purposive Pada Sampling?

  1. Relevansi Data:
    Teknik ini memastikan bahwa data yang dikumpulkan relevan dengan tujuan penelitian.
  2. Efisiensi Waktu dan Sumber Daya:
    Fokus hanya pada subjek yang relevan menghemat waktu dan biaya penelitian.
  3. Kemudahan Akses:
    Cocok untuk penelitian dengan populasi yang sulit dijangkau atau memiliki karakteristik spesifik.

Apa Kelebihan dari Purposive Pada Sampling?

  1. Spesifik dan Relevan:
    Menghasilkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian.
  2. Fleksibilitas:
    Peneliti dapat menyesuaikan kriteria berdasarkan kebutuhan penelitian.
  3. Efisiensi:
    Hanya memerlukan subjek yang benar-benar relevan, sehingga lebih hemat waktu dan biaya.

Apa Bedanya Purposive Dalam Sampling dengan Accidental Sampling?

Aspek

Purposive Sampling

Accidental Sampling

Pemilihan Sampel

Berdasarkan kriteria tertentu yang ditentukan peneliti

Berdasarkan kemudahan akses atau kebetulan

Relevansi Data

Data lebih relevan dengan tujuan penelitian

Data mungkin kurang relevan karena tidak ada kriteria khusus

Contoh

Memilih pasien dengan penyakit tertentu

Memilih responden yang ditemui secara kebetulan di jalan

Kesimpulan

Purposive dalam sampling adalah teknik pengambilan sampel yang penting untuk memastikan data yang dikumpulkan relevan dengan tujuan penelitian. Dengan menggunakan metode ini, peneliti dapat menghemat waktu dan biaya, serta mendapatkan data yang lebih spesifik dan bermakna. Memahami rumus, kelebihan, dan perbedaannya dengan teknik lain seperti accidental sampling, membantu peneliti merancang penelitian yang lebih efektif dan efisien.

Posted Date

Feb 11, 2025

Objek Penelitian: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Subjek Penelitian

Objek Penelitian: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Subjek Penelitian

Objek dalam penelitian adalah segala sesuatu yang menjadi fokus atau sasaran dari sebuah penelitian untuk dikaji lebih mendalam. Objek ini dapat berupa individu, kelompok, fenomena, atau peristiwa yang relevan dengan tujuan penelitian. Pemilihan objek yang tepat sangat penting untuk menjamin validitas dan reliabilitas hasil penelitian.

Read More
Article
Jenis-Jenis Penelitian: Strategi Tepat untuk Pengumpulan Data

Jenis-Jenis Penelitian: Strategi Tepat untuk Pengumpulan Data

Jenis-jenis penelitian adalah berbagai pendekatan yang digunakan dalam proses ilmiah untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data. Memahami jenis penelitian sangat penting untuk menentukan metode yang sesuai dengan tujuan penelitian. Artikel ini membahas jenis penelitian, jenis variabel penelitian, memberikan contoh jenis penelitian, serta menjelaskan jenis data penelitian yang sering digunakan.

Read More
Article
Disney+ Hotstar jadi Penyedia Layanan Streaming OTT Paling Diminati di Indonesia

Disney+ Hotstar jadi Penyedia Layanan Streaming OTT Paling Diminati di Indonesia

Apakah kamu masih sering menonton acara di stasiun televisi? Jika jawabanmu jarang atau tidak pernah, mungkin kamu adalah salah satu pengguna layanan streaming OTT berbayar. Layanan Over The Top (OTT) berbayar adalah layanan media streaming yang menayangkan konten di internet yang menerapkan sistem biaya berlangganan kepada penggunanya. Beragam konten video dapat dinikmati dari layanan streaming ini, mulai dari serial TV, film berlisensi hingga program orisinil. Beberapa penyedia layanan streaming OTT yang hadir di Indonesia adalah Netflix, Disney+, Vidio, Mola TV, Apple TV dan banyak lagi. Namun, seperti apa layanan OTT di Indonesia dan bagaimana perilaku pengguna layanan ini? tSurvey telah melakukan sebuah studi kepada 600 responden dengan rata-rata usia dibawah 35 tahun dan SES upper to middle class untuk mencari tau tentang perilaku pengguna layanan streaming OTT di Indonesia.

Read More
Article
Memahami Perubahan Perilaku Konsumen Indonesia di Bulan Ramadan

Memahami Perubahan Perilaku Konsumen Indonesia di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan selalu disambut antusias oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Banyak aktivitas dan rutinitas baru yang hanya dilakukan di bulan Ramadan, seperti berpuasa, ngabuburit, buka bersama, mudik, hingga menyiapkan perayaan hari raya Idul Fitri. Hal itu mendorong adanya pergeseran perilaku sehari-hari masyarakat, seperti pada rutinitas kerja, kebiasaan olahraga, pola konsumsi, hingga kebiasaan berbelanja. Adanya perubahan perilaku konsumen ini tentunya harus dipahami oleh para pelaku bisnis agar bisa merencanakan strategi bisnisnya dengan efektif dan efisien. tSurvey.id telah melakukan studi kepada 2.555 responden dengan sebaran rata-rata konsumen di bawah 45 tahun dengan SES upper to lower class tersebar di 27 propinsi dan 137 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumen selama bulan Ramadan. Berikut ini adalah ulasannya!

Read More
Article