bg-mask-group
Article

Posted Date

Jan 30, 2025

Article

Panduan Lengkap Skala Likert: Metode Pengukuran Sikap dalam Penelitian

Dalam dunia penelitian, terutama yang bersifat kuantitatif, pengukuran sikap, persepsi, atau opini responden sering menjadi tantangan tersendiri. Salah satu metode yang paling banyak digunakan adalah skala init, yang dikenal karena kemudahannya dalam mengumpulkan data secara sistematis. Artikel ini membahas pengertian, jenis-jenisnya, contoh penggunaannya, hingga cara perhitungan skornya, dilengkapi dengan peran tSurvey dalam mendukung pengumpulan data menggunakan skala ini.

Apa Itu Metode Skala Likert?

Adalah metode pengukuran yang digunakan untuk menilai tingkat persetujuan atau ketidaksetujuan responden terhadap pernyataan tertentu. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Rensis Likert pada tahun 1932 dan menjadi salah satu pendekatan yang paling sering digunakan dalam survei dan penelitian.

Skala Likert Menurut Sugiyono

Adalah alat ukur yang mengubah sikap dan pendapat menjadi data numerik, sehingga mempermudah analisis statistik. Dengan menggunakan skala ini, peneliti dapat mengukur berbagai aspek, seperti kepuasan pelanggan, efektivitas program, atau preferensi konsumen.

Jenis Skala Pengukuran Persepsi: 1-5 dan 1-4

Skala Likert 1-5

Pilihan jawaban pada skala ini biasanya terdiri dari:

  1. Sangat Tidak Setuju
  2. Tidak Setuju
  3. Netral
  4. Setuju
  5. Sangat Setuju

Skala ini memberikan fleksibilitas kepada responden untuk memilih jawaban yang paling sesuai dengan pendapat mereka, termasuk opsi netral.

Skala Likert 1-4

Berbeda dengan skala 1-5, skala ini menghilangkan opsi netral untuk mendorong responden memberikan pendapat yang lebih tegas. Pilihannya adalah:

  1. Sangat Tidak Setuju
  2. Tidak Setuju
  3. Setuju
  4. Sangat Setuju

Apa Saja 5 Skala Pengukuran Persepsi ?

Skala ini mencakup lima tingkat penilaian yang mewakili rentang sikap dari negatif hingga positif:

  • 1: Sangat Tidak Setuju
  • 2: Tidak Setuju
  • 3: Netral
  • 4: Setuju
  • 5: Sangat Setuju

Skala ini memberikan opsi netral untuk responden yang tidak memiliki opini kuat terhadap pernyataan tertentu.

Skala Pengukuran Persepsi 1/4 Apa Saja?

Skala ini menghilangkan opsi netral untuk memastikan jawaban yang lebih tegas. Pilihan jawaban meliputi:

  • 1: Sangat Tidak Setuju
  • 2: Tidak Setuju
  • 3: Setuju
  • 4: Sangat Setuju

Pendekatan ini sering digunakan untuk penelitian yang membutuhkan pendapat jelas tanpa ambiguitas.

Contoh Skala Likert dalam Penelitian

Pertanyaan:
"Seberapa setuju Anda dengan pernyataan berikut: ‘Penggunaan teknologi membantu meningkatkan efisiensi kerja.’"

  • Skala Peringkat 1-5:
    • Sangat Tidak Setuju
    • Tidak Setuju
    • Netral
    • Setuju
    • Sangat Setuju
  • Skala Peringkat 1-4:
    • Sangat Tidak Setuju
    • Tidak Setuju
    • Setuju
    • Sangat Setuju

Bagaimana Cara Skoring Pengukuran Persepsit?

Skoring skala peringkat bertujuan untuk mengubah jawaban responden menjadi data numerik yang dapat dianalisis. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Tetapkan Nilai untuk Setiap Jawaban:
    Misalnya, untuk skala 1-5:
    • Sangat Tidak Setuju: 1
    • Tidak Setuju: 2
    • Netral: 3
    • Setuju: 4
    • Sangat Setuju: 5
  2. Kumpulkan Skor dari Setiap Responden:
    Jumlahkan nilai dari semua jawaban responden untuk mendapatkan skor total.
  3. Kelompokkan Data:
    Bagi data ke dalam kategori tertentu, seperti skor rendah, sedang, dan tinggi, untuk interpretasi lebih lanjut.
  4. Hitung Rata-Rata Skor:
    Gunakan rumus rata-rata untuk mendapatkan gambaran umum dari semua responden:


Contoh:
Jika seorang responden menjawab:

  • Pernyataan 1: Setuju (4)
  • Pernyataan 2: Netral (3)
  • Pernyataan 3: Sangat Setuju (5)

Maka skor total responden adalah 4 + 3 + 5 = 12.

Rumus Skala Likert

Untuk menganalisis data dari seluruh responden, gunakan formula:


Contoh:
Dari survei dengan 50 responden:

  • Total skor semua responden: 175
  • Jumlah responden: 50

Perhitungan:

Hasil 3.5 menunjukkan bahwa mayoritas responden cenderung "Setuju".

Keunggulan dan Kelemahan Skala Pengukuran Persepsi

Keunggulan:

  • Mudah digunakan dalam survei dan penelitian.
  • Memberikan data numerik yang mudah dianalisis secara statistik.

Kelemahan:

  • Responden mungkin memilih jawaban netral untuk menghindari memberikan opini yang sebenarnya.
  • Interpretasi skala dapat berbeda antarresponden.

Kesimpulan

Skala Pengukuran Persepsi adalah metode pengukuran yang efektif untuk menilai sikap dan opini responden dalam penelitian. Dengan memahami perbedaan antara skala 1-5 dan 1-4, serta cara perhitungan skornya, peneliti dapat menganalisis data dengan lebih akurat. Dukungan dari alat seperti tSurvey semakin mempermudah proses penelitian, menjadikannya lebih efisien dan andal.

Posted Date

Jan 30, 2025

Objek Penelitian: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Subjek Penelitian

Objek Penelitian: Pengertian, Contoh, dan Perbedaannya dengan Subjek Penelitian

Objek dalam penelitian adalah segala sesuatu yang menjadi fokus atau sasaran dari sebuah penelitian untuk dikaji lebih mendalam. Objek ini dapat berupa individu, kelompok, fenomena, atau peristiwa yang relevan dengan tujuan penelitian. Pemilihan objek yang tepat sangat penting untuk menjamin validitas dan reliabilitas hasil penelitian.

Read More
Article
Jenis-Jenis Penelitian: Strategi Tepat untuk Pengumpulan Data

Jenis-Jenis Penelitian: Strategi Tepat untuk Pengumpulan Data

Jenis-jenis penelitian adalah berbagai pendekatan yang digunakan dalam proses ilmiah untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data. Memahami jenis penelitian sangat penting untuk menentukan metode yang sesuai dengan tujuan penelitian. Artikel ini membahas jenis penelitian, jenis variabel penelitian, memberikan contoh jenis penelitian, serta menjelaskan jenis data penelitian yang sering digunakan.

Read More
Article
Disney+ Hotstar jadi Penyedia Layanan Streaming OTT Paling Diminati di Indonesia

Disney+ Hotstar jadi Penyedia Layanan Streaming OTT Paling Diminati di Indonesia

Apakah kamu masih sering menonton acara di stasiun televisi? Jika jawabanmu jarang atau tidak pernah, mungkin kamu adalah salah satu pengguna layanan streaming OTT berbayar. Layanan Over The Top (OTT) berbayar adalah layanan media streaming yang menayangkan konten di internet yang menerapkan sistem biaya berlangganan kepada penggunanya. Beragam konten video dapat dinikmati dari layanan streaming ini, mulai dari serial TV, film berlisensi hingga program orisinil. Beberapa penyedia layanan streaming OTT yang hadir di Indonesia adalah Netflix, Disney+, Vidio, Mola TV, Apple TV dan banyak lagi. Namun, seperti apa layanan OTT di Indonesia dan bagaimana perilaku pengguna layanan ini? tSurvey telah melakukan sebuah studi kepada 600 responden dengan rata-rata usia dibawah 35 tahun dan SES upper to middle class untuk mencari tau tentang perilaku pengguna layanan streaming OTT di Indonesia.

Read More
Article
Memahami Perubahan Perilaku Konsumen Indonesia di Bulan Ramadan

Memahami Perubahan Perilaku Konsumen Indonesia di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan selalu disambut antusias oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Banyak aktivitas dan rutinitas baru yang hanya dilakukan di bulan Ramadan, seperti berpuasa, ngabuburit, buka bersama, mudik, hingga menyiapkan perayaan hari raya Idul Fitri. Hal itu mendorong adanya pergeseran perilaku sehari-hari masyarakat, seperti pada rutinitas kerja, kebiasaan olahraga, pola konsumsi, hingga kebiasaan berbelanja. Adanya perubahan perilaku konsumen ini tentunya harus dipahami oleh para pelaku bisnis agar bisa merencanakan strategi bisnisnya dengan efektif dan efisien. tSurvey.id telah melakukan studi kepada 2.555 responden dengan sebaran rata-rata konsumen di bawah 45 tahun dengan SES upper to lower class tersebar di 27 propinsi dan 137 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, untuk mengetahui bagaimana perilaku konsumen selama bulan Ramadan. Berikut ini adalah ulasannya!

Read More
Article