Kerangka Berpikir Penelitian: Pengertian, Contoh, dan Cara Menyusunnya
.jpg)
Apa Itu Kerangka Berpikir Penelitian?
Adalah panduan konseptual yang menjelaskan hubungan antar variabel dalam penelitian. Dengan kerangka ini, peneliti dapat menggambarkan alur penelitian secara logis, mulai dari teori hingga hasil yang diharapkan.
Kerangka Berpikir Penelitian Berisi Apa Saja?
Kerangka berpikir biasanya terdiri dari beberapa elemen utama, yaitu:
- Identifikasi Masalah: Pemahaman tentang isu utama yang ingin dijawab oleh penelitian.
- Landasan Teori: Teori-teori yang mendasari hubungan antarvariabel dalam penelitian.
- Variabel Penelitian: Variabel bebas, terikat, dan moderasi (jika ada).
- Hubungan Antarvariabel: Penjelasan logis dan relevan tentang keterkaitan antarvariabel.
- Model Visualisasi: Diagram atau model konseptual untuk memperjelas hubungan antarvariabel.
Bagaimana Cara Menyusun Kerangka Berpikir?
Berikut langkah-langkah sistematis untuk menyusun kerangka berpikir:
- Identifikasi Masalah Penelitian
Tentukan permasalahan utama yang menjadi fokus penelitian. Hal ini bisa berasal dari pengamatan, data, atau fenomena tertentu yang membutuhkan solusi. - Pilih Teori yang Relevan
Cari teori atau literatur yang mendukung penelitian Anda. Teori ini berfungsi sebagai landasan untuk memahami hubungan antar variabel. - Tentukan Variabel Penelitian
- Variabel Bebas (Independent): Faktor yang mempengaruhi.
- Variabel Terikat (Dependent): Faktor yang dipengaruhi.
- Hubungkan Variabel dengan Logis
Jelaskan bagaimana variabel bebas mempengaruhi variabel terikat berdasarkan teori yang dipilih. - Susun Model Visualisasi
Buat diagram alur atau model konseptual untuk menggambarkan hubungan variabel secara visual.
Contoh Kerangka Berpikir Penelitian
Judul Penelitian: Pengaruh Media Sosial terhadap Minat Beli Konsumen
- Identifikasi Masalah: Media sosial menjadi platform utama untuk promosi, namun dampaknya terhadap minat beli konsumen masih perlu dianalisis.
- Landasan Teori: Teori perilaku konsumen menjelaskan bahwa komunikasi melalui media sosial dapat mempengaruhi keputusan pembelian.
- Variabel Penelitian:
- Variabel Bebas: Intensitas penggunaan media sosial.
- Variabel Terikat: Minat beli konsumen.
- Hubungan Antar Variabel:
Semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial, semakin besar pengaruhnya terhadap minat beli konsumen. - Model Visualisasi:
Media Sosial → Minat Beli Konsumen
5 Langkah Kerangka Berpikir Ilmiah
- Identifikasi masalah.
- Menentukan variabel penelitian.
- Menggunakan teori pendukung.
- Membuat hubungan antar variabel.
- Menggunakan model visual untuk mempermudah pemahaman.
Kerangka Pemikiran Isinya Apa?
Kerangka pemikiran mencakup:
- Deskripsi teori yang digunakan.
- Hubungan antar variabel berdasarkan teori.
- Diagram alur atau model konseptual.
Kesimpulan
Kerangka berpikir pada penelitian adalah alat penting untuk menjelaskan hubungan logis antar variabel dalam penelitian. Dengan kerangka berpikir yang kuat, peneliti dapat mengarahkan penelitian secara sistematis. Dukungan alat seperti tSurvey memberikan kemudahan dalam pengumpulan dan analisis data untuk menyusun kerangka berpikir yang lebih efektif.